Baca Sistem dan Prosedur Pabean

Pelayanan Penyelesaian Barang Pribadi Penumpang Yang Tiba Bersama Penumpang

DASAR HUKUM :

  1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006;
  2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 155/PMK.04/2008 tentang Pemberitahuan Pabean;
  3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010 tentang Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, dan Barang Kiriman.

DESKRIPSI :

  1. SOP ini menjelaskan proses pelayanan barang pribadi penumpang yang tiba bersama penumpang yang dimulai sejak penyerahan pemberitahuan pabean BC 2.2 (Customs Declaration) sampai dengan persetujuan pengeluaran barang.
  2. Barang pribadi penumpang adalah semua barang yang dibawa oleh setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapi bukan Awak Sarana Pengangkut dan bukan Pelintas Batas dan tidak termasuk Barang Dagangan.
  3. Barang pribadi penumpang yang menggunakan sarana pengangkut udara dalam SOP ini berupa:
    1. barang yang tiba bersama penumpang; dan/atau
    2. barang yang tiba sebelum atau setelah kedatangan penumpang sepanjang memenuhi ketentuan paling lama 30 (tiga puluh) hari sebelum kedatangan Penumpang atau 15 (lima belas) hari setelah penumpang tiba dan harus dapat dibuktikan kepemilikannya dengan menggunakan paspor dan boarding pass yang bersangkutan.
  4. Impor barang pribadi penumpang diberitahukan dengan pemberitahuan pabean BC 2.2 (Customs Declaration) kepada pejabat bea dan cukai di kantor pabean kedatangan.
  5. Barang pribadi penumpang diberikan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal nilai pabeannya paling banyak FOB USD 250.00 per orang atau FOB USD 1,000.00 per keluarga untuk setiap kedatangan. Dalam hal barang pribadi penumpang melebihi batas nilai pabean tersebut, maka atas kelebihan tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor.
  6. Pembebasan sebesar USD 1,000.00 per keluarga hanya dapat diberikan kepada beberapa orang penumpang yang terbukti memiliki hubungan keluarga inti pada umumnya yaitu ayah, ibu dan anak.
  7. Barang pribadi penumpang yang merupakan barang kena cukai juga diberikan pembebasan cukai untuk setiap orang dewasa paling banyak:
    1. 200 (dua ratus) batang sigaret, 25 (dua puluh lima) batang cerutu, atau 100 (seratus) gram tembakau iris/hasil tembakau lainnya; dan
    2. 1 (satu) liter minuman mengandung etil alkohol.                                 Atas kelebihan barang kena cukai dari batasan jumlah yang dibebaskan cukainya akan langsung dimusnahkan dengan atau tanpa disaksikan oleh penumpang yang bersangkutan.
  8. Impor barang pribadi penumpang dapat dilayani tanpa melalui pemeriksaan fisik (jalur hijau), namun dapat juga dikenakan pemeriksaan fisik (jalur merah) dalam hal membawa barang impor:
    1. berupa Barang Pribadi Penumpang dengan nilai pabean melebihi batas pembebasan bea masuk yang diberikan dan/atau melebihi jumlah barang kena cukai yang diberikan pembebasan bea masuk dan cukai;
    2. berupa hewan, ikan, dan tumbuhan termasuk produk yang berasal dari hewan, ikan, dan tumbuhan;
    3. berupa narkotika, psikotropika, prekursor, obat-obatan, senjata api, senjata angin, senjata tajam, amunisi, bahan peledak, benda/publikasi pornografi;
    4. berupa uang dan/atau instrumen pembayaran lainnya dalam Rupiah atau dalam mata uang asing senilai Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau lebih; dan/atau
    5. berupa Barang Dagangan.
  9. Dalam hal terdapat kecurigaan, Pejabat Bea dan Cukai berwenang melakukan pemeriksaan fisik atas barang impor yang dibawa oleh penumpang yang dikeluarkan melalui Jalur Hijau.
  10. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pencatatan terhadap hasil pemeriksaan fisik ke dalam formulir Catatan Hasil Pemeriksaan (CHP).
  11. Pejabat Bea dan Cukai menerbitkan Surat Titipan (ST) terhadap barang pribadi penumpang yang belum atau tidak dapat dilunasi Bea Masuk dan Pajak dalam Rangka Impornya, namun karena alasan tertentu, penumpang yang bersangkutan harus keluar dari Kawasan Pabean.
  12. Unit pelaksana SOP ini adalah Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis, KantorPengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C.

PERSYARATAN :

Penumpang wajib memberitahukan barang pribadi penumpang kepada pejabat bea dan cukai dengan menggunakan pemberitahuan pabean BC 2.2 (Customs Declaration).

NORMA WAKTU LAYANAN :

Jangka waktu penyelesaian SOP ini adalah sebagai berikut:

  1. Dalam hal tidak dilakukan pemeriksaan fisik (jalur hijau), maka jangka waktu layanan paling lama 5 (lima) menit sejak pemberitahuan pabean BC 2.2 (Customs Declaration) diterima oleh Pejabat Bea dan Cukai.
  2. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik (jalur merah) tetapi tidak melalui proses pemungutan Bea Masuk,Cukai, dan Pajak dalam Rangka Impor, maka jangka waktu layanan paling lama 2 (dua) jam sejak pemberitahuan pabean BC 2.2 (Customs Declaration) diterima oleh Pejabat Bea dan Cukai.

BIAYA :

Tidak Ada.

FLOWCHART :

Slide

http://bit.ly/2Rey8dX

 

Sistem dan Prosedur Pabean Terbaru

Eselon I Kementerian Keuangan