Baca Sistem dan Prosedur Pabean

Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor dengan Lokasi Barang Berada di Luar Wilayah Pengawasan Kantor Pabean Pemuatan

Deskripsi

 

a.  SOP ini menjelaskan tentang proses pemeriksaan fisik barang ekspor (BC3.0) dengan lokasi barang berada di luar wilayah pengawasan Kantor Pabean Pemuatan yang dimulai sejak Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai atau yang bertugas melakukan penelitian dokumen ekspor membuat dan menyerahkan Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB) beserta lampirannya kepada Pemeriksa yang ditunjuk sampai dengan penyerahan PEB yang telah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik dan kelengkapannya serta Nota Pelayanan Ekspor (NPE).

b. Pejabat Pemeriksa Dokumen adalah Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang untuk melakukan penelitian dan penetapan atas data PEB dengan Jabatan Kepala Seksi atau Kepala Subseksi atau Jabatan Fungsional Pemeriksa Bea dan Cukai atau Pelaksana.

c.   Pejabat Pemeriksa Barang adalah Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang untuk melakukan Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor dan ditunjuk secara langsung melalui Sistem Komputer Pelayanan atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen.

d. Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap barang ekspor dengan kriteria sebagai berikut:

        1)  Barang ekspor yang akan diimpor kembali;

2)   Barang ekspor yang pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali;

3)   Barang  ekspor  yang  mendapatkan  fasilitas  pembebasan  dan/atau fasilitas pengembalian;

        4)  Barang ekspor yang dikenai bea keluar;

5)   Barang ekspor yang berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak  menunjukkan   adanya   indikasi   yang   kuat   akan   terjadi pelanggaran atau  telah  terjadi  pelanggaran  terhadap  ketentuan perundang-undangan di bidang perpajakan; atau

6)   Barang ekspor yang berdasarkan hasil analisis atas informasi yang diperoleh dari unit pengawasan menunjukkan adanya indikasi yang kuat   akan   terjadi   pelanggaran   atau   telah   terjadi   pelanggaran ketentuan perundang undangan.

e.   Nota Pelayanan Ekspor yang selanjutnya disingkat dengan NPE adalah nota yang diterbitkan oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen Ekspor atau Sistem Komputer   Pelayanan   atas   PEB   yang   disampaikan,   untuk melindungi pemasukan barang yang akan diekspor ke Kawasan Pabean dan/atau pemuatannya ke sarana pengangkut.

f.    Kantor Pabean Pemeriksaan adalah Kantor Pabean yang melaksanakan pemeriksaan fisik barang ekspor.

                  g.  Unit pelaksana SOP ini adalah Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai.

Dasar Hukum

a.   Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.

b. Peraturan  Menteri  Keuangan  Nomor  145/PMK.04/2007  tentang Ketentuan Kepabeanan di Bidang Ekspor sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 145/PMK.04/2014.

c.   Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-41/BC/2008 tentang Pemberitahuan      Pabean   Ekspor   sebagaimana   telah   diubah   dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-34/BC/2016.

d.  Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-32/BC/2014 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-29/BC/2016.

Ketertautan

 

SOP ini memiliki ketertautan dengan prosedur pelayanan ekspor.

 

 

Pihak-Pihak yang Terlibat

 

a.  Eksportir/Kuasanya.

b.  Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis.

c.  Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai/ Pejabat Pemeriksa Dokumen Ekspor di Kantor Pabean Pemeriksaan.

d.  Pelaksana Pemeriksa Barang.

e.  Pelaksana Pengawas Stuffing.

f.   Petugas Loket.

g.  BPIB.

h.  Kepala Seksi / Pejabat Pemeriksa Dokumen di Kantor Pabean Pemuatan.

 

 

Persyaratan dan Perlengkapan

 

       a.  Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB).

b.  PEB yang telah mendapatkan nomor dan tanggal pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan.

c.   PP-PEB yang telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan, dalam hal dilakukan pembetulan PEB.

d.  Pemberitahuan Kesiapan barang (PKB) yang akan dilakukan pemeriksaan fisik di tempat yang telah ditentukan.

        e.  Fotokopi invoice dan fotokopi packing list.

 

Keluaran (Output)

 

a.  PEB yang telah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik.

b.  Nota Pelayanan Ekspor (NPE).

 

 

Jangka Waktu Penyelesaian

 

Jangka waktu Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor paling lama:

a.   60 (enam puluh) menit sejak dokumen diterima lengkap dan benar oleh Pelaksana Petugas Loket sampai dengan dokumen diterima oleh Pelaksana Pemeriksa Barang.

b. Pemeriksaan barang bergantung pada jumlah dan jenis barang yang diperiksa.

c.     60  (enam  puluh)  menit  untuk  pembuatan  hasil  pemeriksaan  sampai dengan penyerahan PEB yang sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik, PEB pembetulan (apabila dilakukan pembembetulan PEB), PPB, PKB, fotokopi invoice dan fotokopi packing list, dan fotokopi NPE kepada Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai / Pejabat Pemeriksa Dokumen.

Perhatian

SOP ini bermanfaat bagi kinerja Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai maupun bagi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean dalam memberikan pelayanan barang ekspor bagi Pengguna Jasa. Dalam hal SOP ini tidak terlaksana dengan baik, maka proses pemeriksaan barang ekspor menjadi terhambat.

Matriks RASCI

 

Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor dengan Lokasi Barang Berada diluar Wilayah Pengawasan Kantor Pabean Pemuatan

 

 

 

 

Eksportir/ Kuasanya

 

 

 

 

Petugas

Loket

 

 

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai

 

 

Kepala

Subseksi

/ Pejabat Pemeriksa Dokumen

 

 

 

Pelaksana Pemeriksa Barang

 

 

 

Petugas Pengawas Stuffing

 

 

 

 

BPIB

 

Kepala Seksi / Pejabat Pemeriksa Dokumen di Kantor Pabean Pemuatan

Penerimaan Dokumen Ekspor dari Eksportir

 

 

S

 

 

R

 

 

R/A

 

 

R/A

 

 

 

 

 

R/S

Pemeriksaan barang

 

S

 

 

I

 

I

 

R

 

 

 

Pengujian

Laboratorium

 

I

 

 

 

R/A

 

R

 

 

R

 

Pengawasan

Stuffing

 

 

 

 

 

S

 

R

 

 

Penerbitan NPE

I

 

 

R/A

R/A

 

 

I

Prosedur Kerja

 

a.   Eksportir  atau  kuasanya  menyerahkan  kepada  Petugas  Loket  Kantor Pabean Pemeriksaan dalam hal lokasi pemeriksaan fisik di luar wilayah pengawasan Kantor Pabean Pemuatan, dokumen:

       1) Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB);

       2) PEB;

       3) PP-PEB pembetulan (apabila dilakukan Pembetulan PEB);

       4) PKB yang telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan; dan

       5) Fotokopi invoice dan fotokopi packing list.

b.  Petugas Loket menyerahkan dokumen kepada Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai.

c.   Kepala Seksi atau Pejabat Pemeriksa Dokumen Kantor Pabean Pemuatan mencetak Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB), PEB, PP-PEB dan mengirimkan kepada Pejabat Pemeriksa Dokumen di Kantor Pabean Pemeriksaan.

d. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai menerima, meneliti, mencocokkan dengan   dokumen yang diterima dari Pejabat Pemeriksa Dokumen di Kantor Pabean Pemuatan kemudian mendisposisikan kepada Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai.

     e.  Kepala  Subseksi  Hanggar  Pabean  dan  Cukai  atau  Pejabat  Pemeriksa Dokumen  di  Kantor  Pabean  Pemeriksaan  menerima,  meneliti,  dan  mencantumkan nama Pelaksana/Pejabat Pemeriksa Barang dan memberikan catatan dalam hal diperlukan dalam PPB serta menyerahkan dokumen kepada Pelaksana/Pejabat Pemeriksa Barang.

      f.    Pelaksana/Pejabat  Pemeriksa  Barang  melakukan  pemeriksaan  fisik, dalam    hal  diperlukan  penelitian  lebih  lanjut  untuk  mendapatkan keakuratan identifikasi barang ekspor dapat dilakukan uji laboratorium.

     g.   Pelaksana/Pemeriksa  Fisik  Barang  mencantumkan  hasil  pemeriksaan fisik pada lembar hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB, dalam hal Kantor Pabean Pemuatan menggunakan tulisan diatas formulir atau melakukan perekaman hasil pemeriksaan fisik pada Sistem Komputer Pelayanan dalam hal Kantor Pabean Pemuatan menggunakan sistem PDE Kepabeanan atau Media Penyimpan Data Elektronik.

       h. Barang ekspor yang telah diperiksa fisik dilakukan stuffing dibawah pengawasan Petugas Pengawasan Stuffing dan dilakukan penyegelan pada peti kemas atau kemasan barang oleh Petugas Pengawasan Stuffing.

       i.    Dalam   hal   hasil   pemeriksaan   fisik   dan/atau   uji   laboratorium menunjukkan jumlah dan/atau jenis barang sesuai:

1) Pelaksana/Pejabat      Pemeriksa      Fisik      Barang      menerbitkan, menandatangani  serta  menyerahkan  NPE kepada  Eksportir  apabila tidak diperlukan persyaratan berupa laporan surveyor.

2) Pelaksana/Pejabat  Pemeriksa  Fisik  menyerahkan  PEB  yang  sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik, PP-PEB pembetulan (apabila dilakukan pembetulan PEB), PPB, PKB, fotokopi invoice dan fotokopi packing list, dan fotokopi NPE kepada Pejabat Pemeriksa Dokumen di kantor pemeriksaan untuk diteruskan ke Kantor Pabean Pemuatan.

3) Kepala  Subseksi  Hanggar  Pabean  dan  Cukai/Pejabat  Pemeriksa  Dokumen memberikan catatan “sesuai” pada SKP.

4) Dalam hal diperlukan persyaratan laporan surveyor, Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai/Pejabat Pemeriksa Dokumen memberikan catatan “sesuai” pada SKP dan menerbitkan NPE apabila dokumen yang dipersyaratkan berupa laporan surveyor telah dipenuhi.

j.    Dalam hal hasil pemeriksaan fisik menunjukkan jumlah dan/atau jenis barang tidak sesuai, maka Pelaksana Pemeriksa Barang pada Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai menyerahkan PEB yang di dalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik, PP-PEB (apabila dilakukan pembetulan data PEB), PPB, PKB, fotokopi invoice dan fotokopi packing list kepada Kepala  Subseksi  Hanggar  Pabean  dan  Cukai  atau  Pejabat Pemeriksa Dokumen untuk dilanjutkan dengan SOP Penelitian Dokumen.

 

Biaya Layanan

  • Tidak Dipungut Biaya

Flowchart

Slide

http://bit.ly/2Dy004r

 

 

 

Sistem dan Prosedur Pabean Terbaru

Eselon I Kementerian Keuangan